Desa Seguring ( Salah Satu Desa Lama ) Dikabupaten Rejang Lebong
Kerajinan Suku Rejang ( Lebeu / Tempat Menyimpan Beras )
source : http://curupkami.blogspot.com
Pantun Laluin ( Seni Berpantun Suku Rejang )
seni berpantun ini memakai alat musik tiup yang di buat dari batang padi yang dikenal dengan nama Bet Bet dan alat musik pukul sejenis rebana besar.
pantun ini jika merupakan pantun muda mudi,dimana pantun ini biasanya dilakukan pada malam hari ketika para bujang mendatangi para gadis.
jika didengar dalam pantun tersebut terlihat jika kata-kata pantun itu saling bersahutan ( berbalas )
namun sayang sebagian sair dari pantun tersebut terdengar tidak begitu jelas
Kunai daet umak belando**
Dalen tebing nak dipoa unen
Dio Cacet Nasieb yo malang
Ibarat guting becabang duwai
men kunamen repeye epet
lak kumacang kedulo uai
men kunamen dalen moi lenget
niyok atoi cemito cigai
anak kan seniyeb bae
lok te masen silai ku cigai
anok etun kemeliak bae
lok masen caci ku cigai
pun salok nak dipoa unen
...........keme nak iding tebing
ko calok keme bi namen
betemau mbeak calok miling
pun salok nak dipoa unen
...........keme nak iding tebing
udi calok keme bi namen
keme bi coa de banding
******
kulak mendoi mendoi ba e di
bio ne dees ekan ne daw
lok ijai ijai ba di
tun ne baes saret edaw
alang kedaw putung telunguk
naeb si elai bi etun tebang
lang kedaw etun telunguk
baes kilai si anok gaang
ikan sepat berenang-renang
di tepian dilumbung padi
siang.................malam terkenang
Waktu tiduk nampak di mimpi
Bi an bi an temanem....
Bi an bi an temanen su ie
Bi an bi an ite bi bundak
Memen sebilai ite bece ie
Ket :
* Laluin : Prof. Margaret J. Kartomi menulis dalam keterangannya dengan kata Laluin,namun dalam bahasa rejang mungkin lak luyen yang di maksud.
** kata-kata tersebut tidak terdengar begitu jelas mungkin
Lagu Iringan Jang besuluak (Kesenian lisan berpantun Suku Rejang)
Bujang gadis rejang biasanya bercengkerama pada malam hari setelah selesai menyelesaikan pekerjaan sehari hari, seperti dari ladang atau menolong orang tua. Jadi hanya selepas magrib (malam) bisa bertemu dan berkenalan satu sama lain. Di saat itu mereka saling berbalas pantun atau bernyanyi, musik iringannya seperti rekaman di atas. Sangat sederhana,alat musiknya hanya terdiri dari satu rebana, dan satu serunai. Serunai ini hanya sebuah pipa kecil yang di tiup, yang di buat dari batang padi. Orang Rejang menyebutnya dengan nama bet bet. (Serunai padi).
Kesenian ini susah sekali di temui saat ini, karena terlindas dengan kemajuan jaman.
Rekaman tersebut hasil riset Prof. Margaret J. Kartomi yang di rekam di Lubuk Banyau tahun 1983 dari Monash University, Australia.
Thanks to my author curup kami to edit the document.
source :http://rejang-lebong.blogspot.com
Lema Dance From From Lebong Regency
Lest enjoy the dance..........
source : http://rejang-lebong.blogspot.com
http://http://tunkeme.multiply.com
Lagu-lagu Tradisonal Suku Rejang
Sambei anak kelawan ganai
Eeeeeeeeeeeeeeeeeee langEeeeeeeeeeeeeeeeeeeedalam bahasa sambei ( nyambei ) dibagi menjadi tiga bagian pertama berisi puja dan pujiEee..pata tangai
Eee lang pengeran binginEee pata melopon
Ee gedung siriEeeee terbitlah ni dari mojopahit
eeeejak situ temetu asal sambaieeejak sane terbit teburung asal gannai
makin ade bejolokeeeee Anak sambai
eee anak sambai kelawan gannaianak kepuk kelawan tari
ee anak adat kelawan hukumanak minyak kelawan buri
anak bedak kelawan pupuranak gadis kelawan bujang
eeeeeee anak bujang 40
uuus uku anak gadis 16 talenanak bujan 40 suku rindu
hergaaan gadis 16 teburung talen dendameeeeaaaiiii.....ayam besuk rambai
auuu remas name ceret tengah gelangan
adek bangsuku ajar temasku anak tengah gelangan
eebutang nandakutangpiutang deregan esanan gawen
eee anak bujang kune tun nianmasang sifat lawan
ee petali sifat benar teburungbetali lurus
aeeee putus lah bedeting betaliauuu regung sawi biring terbang luput
ingaklah nergiin name kayuati bikin tunjuk beujud
eellaa tabik senulibekate selabarlah ringit sepanggung
setabiklah pesirah ulu lurahsetabiklah pegawai panggung tengah
setabiklah mamak nunggu dusunsetabiklah bibik nunggu rumah
ela betanding nyebrangulu laut kumbang lah menati atas gunung
mandang angin ade betiupmandang embun ade belabuh
mandang angin ade merindumandang mbun ade bedendam
eeedendam dimane teburung sampai lagi
adapun terbitnya asal sambai kelawan gandai adalah terbit dari mojopahitkedua merupakan bagian meminta dan memberi maaf kepada yang menontonjak situ temetu asal sambai jak sane terbit asal gandai
makin ade anak sambai kelawan ganaianak kepuk kelawan tari
anak gadis kelawan bujanganak bedak kelawan pupur
anak adat kelawan hukumanak minyak kelawan buri
masang sifat lawan petalisifat benar betali lurus
stabik nuli bekate ( maaf saya berberbicara ) selabar ringit sepanggung ( semua yang barada di panggung ) setabik pasirah ulu lurah ( setabik ke pada pesirah / kapala marga ) walaupun mamak nunggu dusun atau bibik menunggu rumah itu merupakan tempat bermaaf semuadan bagian ketiga berupa pantun antara bujang dan gadis
katanya sama2 menyeberang laut kumbang menanti di atas gunung memandang angin ada betiup memandang embun ada belabuh memandang angin ada merindu memandang mbun ada bedendam demdam dimana sampai lagi
ketika bujang mengucapkan pantun tersebut maka si gadis akan menyambutnya dengan sambei pengela.
dan berikut adalah penjelasan tentang sambei tersebut
source : rekaman sambei oleh Kartomi Margaret J
Kartomi. Januari 1981 Curup,Kabupaten Rejang Lebong Bengkulu,Monash UniversityLagu (Pantun Melayu Rejang ) Cerai Kasih dari desa Lubuk Banyau, Lais.
Seni berpantun berikut adalah pengaruh melayu yang masuk ke Tanah Rejang, beberapa pantun yang di nyanyikan dengan irama yang sama juga di nyanyikan dalam bahasa asli Rejang Pesisir. Berikut Lagu dan Syair Pantun berjudul Cerai Kasih dalam bahasa Melayu Rejang yang di buat oleh Margareth J. Kartomi dari Monash University, Australia tahun 1983, di desa Lubuk Bayau, Lais. Seni berpantun ini adalah salah satu bentuk sastra lisan daerah Rejang yang hampir musnah karena generasi sekarang malu menggunakannya, karena di angap tidak sesuai zamannya. It so bad brooooo............!
Penasaran mendengar orang desa asli Rejang berpantun dalam bahasa Melayu Rejang dengan penuh kepolosan mendendangkannya dengan di iringi serunai dan suara sejenis gendang (rabana besar), silakan dengar pantunnya secara online di bawah ini dan ikuti teksnya, di jamin anda akan terseyum simpul :).
Cerai kasih selindang biru, sayang
Cerai sehari rasa seminggu
Baik - baik menanam tebu, sayang
Tebu ditanam bulan puasa
Baik - baik mencari ilmu, sayang
Ilmu menebeng api neraka
Lamo - lamo gajah di rimbo, sayang
Rebung sepucuk tepijak gajah
Lamo - lamo tidak bersuo, sayang
Dendam berpupuk sayang bertambah
Anak ayam berciap - ciap, sayang
Masang ku puluet sembilan lidi
Mau terebang tidak bersayap, sayang
Mau berjalan tidak berkaki
Kutahu si kota London, sayang
Kota London kabarnya rami
Minta maaf sekian penonton, sayang
Kami ini tegak menyanyi
Kalu kakak menjahit kudung, sayang
aku menjahit pasangan baju
Kalulah kakak menjadi burung sayang
Aku menjadi `la ranting kayu
Rambut apa rambut ku ini, sayang
Rambut keriting kurangan minyak
Idup apa idupku ini, sayang
Idup merusing si adek sanak
Kalu ada jarum ku patah sayang
Janganlah simpan di dalam peti
Kalulah ada pantunku salah, sayang
Janganlah simpan dalam hati
Menulis di mija tulis, sayang
Mija tulis berbunga merah
Menulis sambil menangis sayang
Dawat bercampur di air mata
Source : Rejang-lebong.blogspot.com
ragam hias pada tenunan rejang
Berikut merupakan nama, gambar, dan makna (bila saya mendapatkannya) untuk kelompok ragam hias pada tenunan rejang yang berhasil saya dapatkan :
- Cebung lenggong
- Iliak bintang
- Lekau betatau
- Mata punai
- Tebea pinang uar, tebaran pinang muda
> - Semut beleet, semut belarit
- Tanjak berekek
rangkaian tidak terputus, ragam hias ini juga dipakai pada rumah adat suku bangsa rejang (Umeak Potong Jang) - Tombak magelung
tombak bolak-balik - Kembang delapan
keduniawian, keramah-tamahan dan kebahagiaan. Ragam hias ini juga dipakai pada rumah adat suku bangsa rejang (Umeak Potong Jang) - Cerbong kewet
rangkaian tidak terputus, ragam hias ini juga dipakai pada rumah adat suku bangsa rejang (Umeak Potong Jang) - Buah-buah beluluk
- Pengubung keluang
Selain itu, terdapat beberapa jenis ragam hias lain yang belum saya ketahui bentuknya, ragam hias ini terdapat pada ukiran pada rumah adat rejang, dan rumah adat Bengkulu di anjungan TMII. Ragam hias tersebut antara lain :
- Kacang keliling (flora)
rangkaian tidak terputus - Sisit nanas (flora)
rangkaian tidak terputus - Ular melilit akar (fauna)
kedatangan para tamu terlihat dan menyerah. Biasanya ragam hias ini ditempatkan pada tiang beranda dan ruang tengah - Sekea begatung (fauna)
kedatangan para tamu terlihat dan menyerah. Biasanya ragam hias ini ditempatkan pada tiang beranda dan ruang tengah - Seliping mas (fauna)
kedatangan para tamu terlihat dan menyerah. Biasanya ragam hias ini ditempatkan pada tiang beranda dan ruang tengah - Awan-awan (alam)
memiliki makna perhiasan dan keindahan, ditempatkan pada ujung bawah atap - Bintang bersudut 5 & 6 dalam lingkaran (alam)
bermakna kehidupan dan akherat akan bercahaya bila beriman (ukiran rumah adat Bengkulu di anjungan TMII) - Sidingin berbentuk hati
memiliki makna : bagaimanapun panasnya hidup ini harus dihadapi dengan hati dingin (ukiran rumah adat Bengkulu di anjungan TMII). - Bunga matahari
melambangkan matahari yang menyinari seisi alam bagi kehidupan. Terdapat pada bagian atas pintu dan jendela
Source :prestylarasati.wordpress.com/2008/03/20/
Phœnician Characters in Sumatra
Source :http://www.nature.com/nature/journal/v11/n273/abs/011228a0.html
Lost Cities of Ancient Lemuria & the Pacific By David Hatcher Childress

